Minggu, 13 November 2016

PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS



Perilaku Etika dalam Bisnis
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Faktor yang berpengaruh terhadap perilaku etika dalam bisnis yaitu :
Budaya Organisasi
Budaya organisasi  mencangkup sikap manajemen terhadap karyawan,  pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. Kata-kata positif yang di ucapkan manajer dapat membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia, sedangkan kata-kata negatif dapat menyebabkan ketidak puasan karyawan, absen dan bahkan perbuatan penyimpangan lainnya.

Ekonomi Lokal
Jika karyawan mendapatkan pekerjaan yang banyak dan pendapatan besar maka mereka akan merasa bahagia sehingga semakin meningkatkan kinerja mereka, sedangkan jika tinggat pengangguran meningkat maka akan timbul rasa kecemasa dalam diri karyawan sehingga bisa mengganggu kualitas kinerja mereka bahkan sampai penyimpangan penilaian.

Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
Jika sebuah perusahaan dipandang berprospek bagus dengan menghasilkan goodwill yang banyak maka perilaku karyawan akan seperti itu karena mereka menjadi harapan dari pemasok dan pelanggannya. Sedangkan perusahaan yang dinilai melakukan kecurangan, kemungkinan perilaku karyawannya dianggap seperti itu juga.

Persaingan di Industri
Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal mereka menyisihkan untuk mengejar uang.

Kesaling – tergantungan Antara Bisnis dan Masyarakat
Perusahaan yang merupakan suatu lingkungan bisnis juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yag cukup jelas dalam pengelolaannya. ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. baik di dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap tim maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.

Berikut adalah beberapa hubungan kesaling tergantungan antara bisnis dengan masyarakat
-          Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
-          Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik.
Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
-     Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
-        Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya,
-        Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.

Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).

Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.

Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.

Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial


Kepedulian pelaku bisnis terhadap etika
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah

Pengendalian diri Artinya, pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan dengan jalan main curang dan menakan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang “etis”.

Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility). Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.

Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.

Menciptakan persaingan yang sehat. Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah kebawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.

Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan” Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan dimasa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-”ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan dimasa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.

Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi) Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.

Mampu menyatakan yang benar itu benar Artinya, kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.

Perkembangan Dalam Etika Bisnis
Berikut perkembangan etika bisnis:
-       Situasi Dahulu
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.

-       Masa Peralihan: tahun 1960-an
ditandai pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.

-       Etika Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di AS.

-       Etika Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
di Eropa Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).

-       Etika Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
tidak terbatas lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE) pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.

Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesional yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan publik akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya.

Profesi juga dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam.Untuk menegakkan akuntansi sebagai sebuah profesi yang etis, dibutuhkan etika profesi dalam mengatur kegiatan profesinya. Etika profesi itu sendiri, dalam kerangka etika merupakan bagian dari etika sosial. Karena etika profesi menyangkut etika sosial, berarti profesi (dalam hal ini profesi akuntansi) dalam kegiatannya pasti berhubungan dengan orang/pihak lain (publik). Dalam menjaga hubungan baik dengan pihak lain tersebut akuntan haruslah dapat menjaga kepercayaan publik.

Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.



SUMBER
http://afrikand.blogspot.co.id/2014/11/lingkungan-bisnis-yang-mempengaruhi.html
http://ikkyfadillah.tumblr.com/post/100288234694/perilaku-etika-dalam-bisnis
https://pringganugraha.wordpress.com/2015/10/24/perilaku-etika-dalam-bisnis/

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

Pengertian Etika
        Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
        Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
        Etika merupakan suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu kesadaran yang kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukan.

Prinsip-Prinsip Etika
        Terdapat enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

Prinsip Keindahan
       Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.

Prinsip Persamaan
       Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

Prinsip Kebaikan
       Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya.

Prinsip Keadilan
        Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional.

Prinsip Kebebasan
         Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
•    kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
•    kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut
•    kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Prinsip Kebenaran
        Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.

Basis Teori Etika
Etika Teleologi
       Dari kata Yunani,  telos = tujuan,  Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.

Dua aliran etika teleologi :
-Egoisme Etis
      Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
-Utilitarianisme
       Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

Deontologi
       Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

Teori Hak
       Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

Teori Keutamaan (Virtue)
       Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
-    Kebijaksanaan
-    Keadilan
-    Suka bekerja keras
-    Hidup yang baik

EGOISME
         Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”.

       Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya – intelektual, fisik, sosial dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umunya dan hanya memikirkan diri sendiri
Egois ini memiliki rasa yang luar biasa dari sentralitas dari ‘Aku adalah’:. Kualitas pribadi mereka Egotisme berarti menempatkan diri pada inti dunia seseorang tanpa kepedulian terhadap orang lain, termasuk yang dicintai atau dianggap sebagai “dekat,” dalam lain hal kecuali yang ditetapkan oleh egois itu.

       Teori eogisme atau egotisme diungkapkan oleh Friedrich Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoisme berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan, yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan manfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.
Kata “egoisme” merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno – yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern – ego yang berarti “diri” atau “Saya”, dan-isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaannya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme filosofis.










Sumber :
http://jeanecutepink-jeane.blogspot.com/2012/03/pengertian-etika.html
http://muaramasad.blogspot.com/2013/03/pengertian-etika-profesi-dan.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/
http://arif2511.blogspot.com/2011/10/etika-sebagai-tujuan.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2292935-pengertian-egois/#ixzz2fvG28thh

Sabtu, 18 Juni 2016

ALOE VERA





Most people know what Aloe Vera is. The plant is unique. The leaves are thick, long, and sharp and the sides of which are serrated. It reminds people of the body of a crocodile. People consider that a body of the crocodile is rough and serrated. It is possible that is tongue is serated too. That is why the plant is called ‘crocodiles’ 5 tongue. Aloe Vera is planted in dry areas and in warm climate. It takes little water.
People believe that the Aloe Vera is an advantageous plant. It cloud be used to cure the wound caused by burning. Aloe Vera is also suitable for health drinking to prevent rheumatism and diabetes because it contains vitamin and minerals. Generally the drink helps reproduce the damaged cells and helps the way the human organ works.
It is easy and simple to use the Aloe Vera. Pick the leaves, peel the skin, then squeeze the sticky liquid, and spread it over the wound. In the same way it can be used for shampooing. Apply it over the scalp and massage gently so it could soak through. Ten minutes later, the shampooing is done. Adapted from Hello English, August 1998.

Selasa, 10 Mei 2016

APA ITU TOEFL? YUKK, KITA MENGENAL TOEFL







  A.     Pengertian TOEFL
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah salah satu model pengujian bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur tingkat kecakapan atau potensi mereka yang tidak menguunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (non-native speaker).
Umumnya TOEFL digunakan sebagai salahsatu prasyarat untuk studi di luar negeri, terutama negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. TOEFL biasanya juga menjadi persyaratan untuk melanjutkan studi S-2 dan S-3 di dalam negeri.
Bahkan belakangan mahasiswa S-1 pada berbagai universitas ternama di Indonesia juga diharuskan untuk memiliki skor TOEFL tertentu sebagai salah satu syarat kelulusannya. Demikian pula TOEFL saat ini sudah mulai digunakan dalam dunia kerja sebagai salah satu mekanisme rekruitmen atau jenjang kenaikan karir.

  B.     Jenis TOEFL dan Skornya
TOEFL terdiri dari dua jenis, yaitu:
1.      Computer-based adalah ujian TOEFL yang menggunakan computer. Skala penilaian model ini berkisar anatara 40-300.
2.      Paper-based adalah ujian TOEFL yang menggunakan kertads sebagai media pengujiannya. Skor penilaian model ini berada pada kisaran antara 217-677. Bentuk kedua ini adalah yang paling banyak dan lazim digunakan.
Batas minimal skor TOEFL yang dibutuhkan pada berbagai perguruan tinggi dan institusi lainnya berbeda satu sama lainnya. Beasiswa ke luar negeri untuk studi S-2 misalnya, membutuhkan nilai TOEFL antara 450-550, dan untuk tingkat S-3 diata 550. Sedangkan untuk program pascasarjana universitas-universitas di Indonesia biasanya mengharuskan skor 400 sebagai batas minimal. Pada dunia kerja skor TOEFL yang dibutuhkan juga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi. Sehingga berapa skor TOEFL yang anda butuhkan akan sangat tergantung pada keperluan anda.
  C.     Model Pengujian
Ada empat bagian yang diujikan dalam Tes TOEFL
1.      Listening comprehension
Bagian ini digunakan untuk menguji kemampuan peserta tes dalam menyimak pembicaraan atau bahasa lisan yang dilakukan dalam bahasa Inggris. Para peserta diharapkan bias menyimak setiap percakapan (baik dialog maupun monolog) yang berasal dari sebuah tape recorder atau media audio lainnya.

2.      Structure and Written Expression
Bagian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan gramatikal peserta tes, termasuk didalamnya adalah gaya-gaya dalam bahasa tulis dalam bahasa Inggris. Peserta diharapkan bias memilih jawaba yang paling tepat untuk melengkapi untuk sebuah kalimat dan juga harus menemukan kesalahan yang terdapat dalam sebuah kalimat.

3.      Reading Comprehension
Bagian ini ditujukan untuk mengetahui pemahaman peserta tes terhadap teks-teks tertulis dalam bahasa Inggris. Secara umum, para peserta tes diharapkan bias menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai arti, ide, informasi yang spesifik serta kosa kata tertentu yang terdapat dalam bacaan-bacaan yang diujikan.

4.      Test of English Written (TWE)
Bagian ini di khususkan untuk mengetahui kemampuan peserta tes dalam melakukan tulis-menulis dalam bahasa Inggris. Dalam uji ini, peserta tes diberikan satu topic atau tema tertentu dan selanjutnya diminta untuk menulis ide mengenai tema tersebut.

  D.    Structure and Written Expression
Structure and Written Expression adalah bagian kedua yang diujian dalam ujian TOEFL. Ini dimaksudkan untuk mengetahui kompetensi anda dalam hal Tata Bahasa dalam bahasa Inggris. Pertanyaan yang diujikan dalam bagian ini sebanyak 40 soal yang dibagi ke dalam dua model, yaitu structure dan written expression question. Durasi waktu yang disediakan hanya selama 25 menit.
a.      Structure
Model pertama structure question, terdiri dari lima belas pertanyaan, yaitu terdapat pada soal nomor 1 sampai 15. Bagian pertama ini digunakan untuk menguji kemampuan anda dalam memahami struktur kalimat dalam bahasa Inggris secara benar. Pengujian pada model ini menggunakan format sentence completion. Yaitu, pada lembar soal, anda akan menjumpai bagian kalimat yang masih kosong/belum lengkap. Anda harus melengkapinya dengan salah satu dari empat pilihan jawaban (A, B, C dan D) yang tersedia.

b.     Written Expression
Model ini meliputi dua puluh lima pertanyaan yang terdapat mulai nomor 16 sampai 40. Bagian ini terutama ditujukan untuk mengetahui kemampuan dan pengetahuan anda tentang bentuk-bentuk ekspresi yang digunakan dalam tulisan bahasa Inggris. Pada bagian ini anda diminta untuk mengidentifikasi bagian yang tidak tepat dalam sebuah kalimat. Bagian yang tidak tepat ini terdapat pada salah satu dari empat kata atau kelompok kata yang diberi tanda garis bawah.

Contoh Soal Structure
1. _____ the demands of aerospace, medicine, and agriculture, aengineers, are creating exotic new metallic substances.
(A) Meet
(B) Being met are
(C) To meet
(D) They are meeting

2. _______ James A. Bland, “Carry Me Back to Old Virginny” was adopted is the state song of Virginia in 1940.
(A) Was written b
(B) His writing was
(C) He wrote the
(D) Written by

3. Mary Garden, ______ the early 1900’s was considered one of the best singing actresses of her time.
(A) a soprano was popular
(B) in a popular soprano
(C) was a popular soprano
(D) a popular soprano in

4. In the realm of psychological theory Margaret F. Washburn was a dualist _____ that motor phenomena have an essential role in psychology.
(A) who she believed
(B) who believed
(C) believed
(D) who did she believe

Contoh Soal TOEFL Written Expression 
16. On Ellesmere Island in the Arctic one fossil forest consist of a nearly hundred                                                                                                     A                 B
large stumps scattered on an exposed coal bed.
                           C                       D
17. The surface conditions on the planet Mars are the more like the Earth’s than are
                          A                                                         B                                    C
those of any other planet in the solar system.
                             D
18. The midnight sun is a phenomenon in which the Sun visible remains in the sky
                                   A                                                                  B                   C
for twenty-four hours or longer.
                                          D 
19. The Humber River and its valley form a major salmon-fishing, lumbering, hunting,
                                            A                 B         C
 and farmer region in western Newfoundland, Canada.
             D
   Pembahasan Soal dan Jawaban
Structure
1.      Jawab            : (C) To meet
Keyword        : the demands of aerospace
Pembahasan : Pola infinitive phrase: to infinitive + object of to infinitive
Kalimat tersebut menyatakan tujuan atau maksud. Maka dibutuhkan to infinitive prhase.
Sehingg pilihan phrase yang tepat untuk mengisi rumpang tersebut adalah to meet.

2.      Jawab              : (D) Written by
Keyword         : James A. Bland
Pembahasan  : Kalimat di atas membutuhkan Adjective Phrase untuk menerangkan kata benda “Carry Me Back to Old Virginny”.
Frasa ajektif yang paling tepat adalah Written by. Mengapa disebut frasa ajektif, karea past participle (v3) yang tidak ditemani bentuk be atau have adalah sebuah ajektif.

3.      Jawab            : (D) a popular soprano in
Keyword        : Mary Garden
Pembahasan : Kalimat pada soal membutuhkan Appositive Phrase. Mary Garden dan appositive phrase (a popular soprano) memiliki makna yang sama. Maka jawaban yang tepat adalah a popular soprano in.

4.      Jawab            : (B) Who believed
Keyword        : a dualist
Pembahasan : Pola adjective clause : (Conj. + S + V). Untuk menerangkan kata benda a dualist maka klausa yang tepat adalah who believed.

Written Expression.
16. Jawab           : (B) a nearly
Keyword       : hundred large stumps
Pembahasan : a nearly -> nearly.
Kata “a nearly” tidak memerlukan indefinite article/determiner “a”, karena kata benda stumps adalah plural.

17. Jawab            : (B) The more
      Keyword        : the planet Mars
      Pembahasan : the more -> more
                             Pola comparative: more ___ than ___
                            Maka seharusnya tidak perlu definite article “the” tapi cukup “more” saja.
18. Jawab            : (B) visible remains
      Keyword        : the sun
      Pembahasan : visible remains -> remains visible
Kata the sun dalam anak kalimat di atas memerlukan predicate bukan noun phrase (visible remains). Yang tepat seharusnya remains visible.

19. Jawab            : (D) farmer
      Keyword        : and
      Pembahasan : farmer -> farming
Konjungsi and digunakan untuk menghubungkan kelas kata yang sederajat. Karena sebelum “and” bentuk
katanya adalah gerund maka kata farmer seharusnya diubah dalam bentuk gerund juga yaitu farming.





Referensi:
Irham Ali Saifuddin, DKK. Buku Pintar TOEFL. 
Genius Toefl. Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression.
http://www.geniustoefl.com. Diakses 9 Mei 2015.